Ini bukan mengenai salah atau benar
Namun lebih tentang suka atau tidak suka
Jika hatimu sudah tidak suka, bagaimanapun bentuk, sifat, perlakuan, perkataan, yang dilakukan tetap saja menjadi negatif dan salah
Beda jika hatimu masih suka dan sayang
bagaimanapun bentuk, sifat, perlakuan, perkataan, yang dilakukan adalah benar, dimaafkan, di dispensasi, dibuatkan pengecualian dan tetap positif
Yang masih bisa mengendalikan hati adalah pikiran.
Apakah salah ataukah benar atau dipersalahkan atau diperbenarkan, kamu yang bisa menilai secara emosi, hati dan pikiran
Diam bukan berarti tidak berani berbicara
Adakalanya diam agar hati tidak tersulut emosi dan bisa berpikiran lebih jernih untuk jalan kedepannya
Pernah kamu menangkap angin digenggaman tanganmu? Bagaimana wujud angin tersebut? Ketika kamu ingin melihatnya dan membuka genggaman, angin itu akan hilang menyatu dengan udara
Ketika hati tersulut emosi, pikiran menjadi terzolimi dengan prasangka buruk, yang benar bisa jadi salah, yang salah bisa diperbenarkan.
Emosi seperti angin digenggaman tangan, walau diperdebatkan angin tetap tidak akan terlihat wujudnya saat tangan dibuka, meski merasa sudah didalam genggaman
Hikmah itu akan datang setelah kamu membuka hati dan pikiranmu.
Jika hatimu masih tersulut emosi, dan pikiranmu masih dipenuhi prasangka, maka hikmah akan menjauhimu dan akan menyalahkan keadaan bahkan Tuhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar